Mengenai Saya
- antz
- Someone who is trying to learning to digest and comprehends like does life and life in this World... On the chance of that I can understand what which searching of human in this World. Because life cannot be awaiting... Many immeasurable thing sometimes difficult to understand with only applies mind, but only can be comprehended with heart, required sensitivity to learn sees from someone which cannot look into, hopefully I can share everything which I can digest for you....
Perjalanan
Suatu ketika saya merenung, berpikir sedikit tentang hidup. Menganalogikan sedikit saja, agar mengena di logika. Hidup itu layaknya sebuah perjalanan. Dalam arti yang benar benar harfiah. Pada suatu perjalanan tentu ada awal atau garis start yang mengawali dan berujung pada titik tujuan yang akan kita tempuh, antara titik awal dan tujuan itu ada jarak yang harus dilalui. Berbagai moda yang bisa kita gunakan untuk bisa sampai tujuan tergantung kepada Jauhnya jarak serta kemampuan dan keinginan kita akan menggunakan apa untuk mencapai tujuan kita. Apakah ingin cepat atau lambat? dengan segala resiko ataupun hambatan yang mungkin muncul dalam menempuh jarak pada perjalanan tersebut.
Hidup pun begitu, kita mengawali perjalanan saat mulai menghembuskan nafas di dunia, seiring waktu, kita pun semakin menambah jarak perjalanan kita, layaknya sebuah perjalanan kerap kali ada hambatan, ada yang menghadang, yang memperlambat langkah kita. Tidak hanya itu, setiap perjalanan perlu disiapkan dan direncanakan, agar bisa tiba dengan selamat, perlu juga kehati-hatian disana. Begitu pun hidup, perlu strategi, perlu perencanaan, bagaimana mencapai tujuan hidup, bagaimana mengatasi masalah yang timbul, serta bagaimana mempersiapkan sedini mungkin dalam mengatasi hambatan ataupun kendala yang menghalangi dalam mencapai tujuan.
Perjalanan membutuhkan strategi apakah kita hanya akan merangkak, berjalan, berlari, ataupun dengan sarana lain yang lebih cepat, semua tergantung kepada kesiapan dan kemampuan serta rencana yang sudah kita siapkan. Begitu pun hidup, dengan modal serta kesiapan apa yang sudah kita lakukan dalam menggapai tujuan hidup, agar tidak salah arah bahkan tersesat dalam perjalanan, sehingga kita bisa selamat saat sudah tiba di ujung perjalanan kehidupan kita. Bukan hanya soal cita-cita, harapan, dan mimpi tentang masa depan yang bahagaia dan lebih baik, tapi juga soal kesiapan saat ujung perjalanan itu tiba, saat perjalanan harus diakhiri, tak ada yang mampu membantu selain iman yang akan mampu meluruskan jalan. Pada akhirnya kita memerlukan ilmu dan amal sebagai bekal menuju arah tujuan hidup serta sebagai bekal saat ujung perjalanan itu sudah tiba.
-Kelapa Gading, 10 Oktober 2009-
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar