<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457</id><updated>2012-02-17T04:16:23.745+07:00</updated><title type='text'>There's Something About Rotation</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457.post-5236480735088203991</id><published>2009-10-10T12:22:00.006+07:00</published><updated>2009-10-10T12:46:06.399+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Suatu ketika saya merenung, berpikir sedikit tentang hidup. Menganalogikan sedikit saja, agar mengena di logika. Hidup itu layaknya sebuah perjalanan. Dalam arti yang benar benar harfiah. Pada suatu perjalanan tentu ada awal atau garis start yang mengawali dan berujung pada titik tujuan yang akan kita tempuh, antara titik awal dan tujuan itu ada jarak yang harus dilalui. Berbagai moda yang bisa kita gunakan untuk bisa sampai tujuan tergantung kepada Jauhnya jarak serta kemampuan dan keinginan kita akan menggunakan apa untuk mencapai tujuan kita. Apakah ingin cepat atau lambat? dengan segala resiko ataupun hambatan yang mungkin muncul dalam menempuh jarak pada perjalanan tersebut.
&lt;/div&gt;        Hidup pun begitu, kita mengawali perjalanan saat mulai menghembuskan nafas di dunia, seiring waktu, kita pun semakin menambah jarak perjalanan kita, layaknya sebuah perjalanan kerap kali ada hambatan, ada yang menghadang, yang memperlambat langkah kita. Tidak hanya itu, setiap perjalanan perlu disiapkan dan direncanakan, agar bisa tiba dengan selamat, perlu juga kehati-hatian disana. Begitu pun hidup, perlu strategi, perlu perencanaan, bagaimana mencapai tujuan hidup, bagaimana mengatasi masalah yang timbul, serta bagaimana mempersiapkan sedini mungkin dalam mengatasi hambatan ataupun kendala yang menghalangi dalam mencapai tujuan.
     Perjalanan membutuhkan strategi apakah kita hanya akan merangkak, berjalan, berlari, ataupun dengan sarana lain yang lebih cepat, semua tergantung kepada kesiapan dan kemampuan serta rencana yang sudah kita siapkan. Begitu pun hidup, dengan modal serta kesiapan apa yang sudah kita lakukan dalam menggapai tujuan hidup, agar tidak salah arah bahkan tersesat dalam perjalanan, sehingga kita bisa selamat saat sudah tiba di ujung perjalanan kehidupan kita. Bukan hanya soal cita-cita, harapan, dan mimpi tentang masa depan yang bahagaia dan lebih baik, tapi juga soal kesiapan saat ujung perjalanan itu tiba, saat perjalanan harus diakhiri, tak ada yang mampu membantu selain iman yang akan mampu meluruskan jalan. Pada akhirnya kita memerlukan ilmu dan amal sebagai bekal menuju arah tujuan hidup serta sebagai bekal saat ujung perjalanan itu sudah tiba.
                                                                                                               
&lt;div style="text-align: center;"&gt;-Kelapa Gading, 10 Oktober 2009-
&lt;/div&gt;


&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4963101459058541457-5236480735088203991?l=tritorial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/5236480735088203991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/10/perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/5236480735088203991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/5236480735088203991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/10/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457.post-865675420064395742</id><published>2009-04-11T08:27:00.002+07:00</published><updated>2009-04-11T08:47:57.217+07:00</updated><title type='text'>Usia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waktu teramat berharga, karena dia tak akan bisa terulang kembali, alangkah percumanya jika saat saat waktu yang berharga itu kita sia siakan begitu saja. Dalam perjalanan tumbuh kembang seorang manusia ada usia yang terus bertambah (atau berkurang?). Dari saat pertama mengirup udara dunia sampai nanti saat sudah menutup mata. Ulang Tahun, sebenarnya saya sedikit kurang klop dengan istilah ini, karena saat kita berjumpa lagi dengan masa dimana saat kita dilahirkan, yang berulang sebenarnya bukan "Tahun", tetapi yang berulang adalah "Tanggal" dan "Bulan" saat kita dilahirkan, sedangkan tahunnya senantiasa berubah. Istilah bahasa inggris pun "Happy Birthday"-dari kata "Happy", "Birth", "dan "Day", yang singkatnya berarti Selamat Hari Lahir, tapi itu mungkin hanya sekedar istilah ya ^_^.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengisi waktu waktu tersebut dengan hal-hal yang berharga, agar tak menyesal kelak saat waktu sudah menuakan usia kita. Terutama untuk diri sendiri yang saat ini mungkin sudah hampir seperempat abad berada di dunia ini, harus lebih banyak bersyukur, karena banyak mimpi yang sederhana sudah terbangun dengan sempurna, serta lebih bijak dalam menyikapi beragam masalah yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu terus berlari... dan kita tak pernah tau apa yang mungkin terjadi nanti? Hanya bisa bermimpi, dengan tekad, kerja keras, dan Do'a yang senantiasa mengiringi, dalam setiap usaha menuju bahagia di Dunia dan Juga nanti saat sudah menutup Usia. Beruntung bisa mengenal orang orang terbaik yang senantiasa mendukung setiap langkah ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Jakarta, 11 April 2009, Happy Birthday To Me...-&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4963101459058541457-865675420064395742?l=tritorial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/865675420064395742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/04/usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/865675420064395742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/865675420064395742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/04/usia.html' title='Usia'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457.post-5130729548647919973</id><published>2009-02-06T09:05:00.005+07:00</published><updated>2009-02-06T09:15:23.291+07:00</updated><title type='text'>Layaknya Kertas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mungkin sebuah perjalanan kehidupan manusia itu layaknya kertas, teramat polos dan bersih tak ternoda saat ia pertama kali menangis saat keluar dari rahim sang bunda, kemudian perlahan beragam tulisan terukir di kertas kehidupan itu, sebentuk huruf kemudian membentuk kata lalu tercipta kalimat dan bersinergi menjadi sebuah paragraf yang bertutur tentang sebuah perjalanan kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Dan, tidak semua huruf, kata, kalimat ataupun paragraf yang tertuang pada kertas kehidupan itu tertluis dengan indah dan menarik, ada kalanya huruf yang tak seimbang ataupun komposisi kalimat yang tak beraturan menggambarkan lika liku kehidupan yang tak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan keinginan, ada kalanya kalimat yang terputus ataupun hanya sebuah goresan yang kusut dan tak beraturan, mungkin hanya sang manusia yang menjalani hidup itu sendiri yang bisa mengartikannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Saat tiap tiap lembaran kertas itu membentuk cerita kehidupan ada kalanya lembaran itu harus diakhiri dengan tanda titik, dan memulai lembaran yang baru, tetapi lembaran yang lama tak harus ditutup rapat dan tak dibuka kembali, melainkan ada pelajaran berharga yang bisa direnungkan dan menjadi pengalaman berharga agar lembaran baru itu lebih baik dan lebih indah komposisinya dibandingkan dengan lembaran sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Teruslah mengukir tulisan dengan indah dan teruslah bermimpi karena mimpi itu yang akan membentuk kalimat dan paragraf yang indah, bahkan diawali dengan prolog yang indah serta berakhir indah pula pada bagian epilognya, bahkan dengan mimpi dan kekuatan hati tak hanya sekedar tulisan di atas kertas, kita bahkan bisa melukis dengan indah diatas sebuah kanvas yang akan menjadi karya abadi, layaknya kita yang akan selalu dikenang akan segala kebaikan saat lembaran lembaran yang sudah menjadi buku itu harus ditutup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
-07 Februari 2009-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4963101459058541457-5130729548647919973?l=tritorial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/5130729548647919973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/02/layaknya-kertas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/5130729548647919973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/5130729548647919973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/02/layaknya-kertas.html' title='Layaknya Kertas'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457.post-9201185519533057512</id><published>2009-01-27T16:38:00.003+07:00</published><updated>2009-01-27T17:37:41.166+07:00</updated><title type='text'>Melihat dan Memandang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah pertanyaan melekat di kepala saya, mengapa sulit untuk menilai diri sendiri, saat saya pahami dan saya pikirkan, secara logika mungkin begini analisa nya, kita tentu bisa dengan sangat mudah melihat orang lain, dari ujung kaki hingga ujung rambut, tanpa harus mengggunakan alat bantu (dengan pengecualian kita tidak memiliki gangguan penglihatan) akan tetapi untuk melihat Telinga kita sendiri, kita tidak bisa jika tidak menggunakan cermin, tidak cuma untuk melihat telinga, kita bahkan susah sekali untuk melihat punggung kita. Nah Logikanya begitu mungkin, untuk melihat diri sendiri secara kasat mata susah sekali, melihat wajah sendiri kita butuh cermin, apalagi untuk melihat diri sendiri dalam hal menilai keburukan diri sendiri, demikian sebaliknya kita bisa dengan mudah melihat orang lain secara kasat mata, tentu saja kita akan dengan mudah menilai kelebihan dan kekurangan orang lain. Mungkin begitu ya logikanya....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika untuk melihat diri sendiri secara nyata diperlukan cermin, mungkin untuk melihat diri sendiri secara lebih dalam diperlukan Cermin Hati, agar bisa merefelksikan diri secara lebih dalam, melihat lebih jauh apa sih kekurangan dan keburukan diri ini, walau mungkin akan lebih mudah menilai kelebihan diri sendiri daripada kekurangan kita, dan tentu agar penilaian terhadap diri sendiri lebih objektif diperlukan penilaian dari orang lain, karena bagaimanapun yang menurut kita sudah baik, belum tentu menurut orang lain. Dan setiap penilaian dari orang lain menjadi bahan koreksi bagi diri sendiri untuk bisa jadi lebih baik, tetapi kecenderungannya kita justru menolak dan membantah jika ada penilaian buruk dari orang lain terhadap kita, padahal mungkin saja orang tersebut benar benar objektif menilai diri kita, hanya saja kita terlalu merasa sempurna, dan cenderung sangat senang akan pujian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu usaha keras, kelapangan hati serta kebesaran jiwa untuk lebih bisa melihat dan menilai diri sendiri daripada menilai orang lain, andai kita bisa membaca diri sendiri serta bisa menutupi beragam kekurangan kita dengan memaksimalkan kelebihan kita, tentu kita akan bisa tampil sebagai manusia seutuhnya. Bisakah Kita??? Semoga???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Cikini, 27 Januari 2009, dengan celana basah  karena kehujanan hehehe....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4963101459058541457-9201185519533057512?l=tritorial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/9201185519533057512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/01/melihat-dan-memandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/9201185519533057512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/9201185519533057512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/01/melihat-dan-memandang.html' title='Melihat dan Memandang'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4963101459058541457.post-4982569490065654836</id><published>2009-01-25T17:03:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T17:54:37.742+07:00</updated><title type='text'>Go BLog</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bermula dari sebuah ketertarikan dalam tulis menulis, membuat saya membutuhkan sebuah sarana untuk dapat menuangkan segala bentuk pemikiran, pengamatan ataupun beragam hal lain yang dapat saya bagi. Sarana di dunia Internet menjadi wadah dalam berkespresi, berkomunikasi dan juga sarana berbagi, yang mungkin kesemuanya tidak dapat ataupun terkadang tidak memungkinkan jika harus diungkapkan secara verbal. Melainkan bisa diungkapkan secara aksara maupun secara visual. Kesannya terlambat mungkin karena saya baru mau nge Blog, sebenarnya dahulu ada beberapa Blog yang dibuat, tapi sekedar iseng belaka ataupun jarang untuk di Update sehingga terbengkalai begitu saja... Beragam hal yang terjadi dalam perputaran waktu selama 24 jam, ataupun yang berlalu serta masa yang akan datang coba saya tangkap melalui panca indra saya.
Mengapa saya katakan ”There’s Something About Rotation”, karena menurut saya beragam hal yang terjadi dalam kehidupan manusia berlangsung selama 24 jam, 24 jam merupakan waktu yang diperlukan oleh bumi untuk sekali melakukan rotasi (perputaran bumi), dan semua penggunaan jam pun menggunakan 24 jam , walaupun terbagi dalam 2 perhitungan yaitu perhitungan 12 (12 a.m dan 12 p.m) , ataupun perhitungan 24 (00.00-24.00). mengapa tidak revolusi (Waktu yang digunakan bumi untuk mengitari matahari), yang digunakan sebagai acuan perhitungan tahun??? , karena banyak perhitungan dalam perhitungan tahun, antara lain Masehi, Hijriyah, atupun Tahun Cina serta beragam sistem penanggalan lainnya tentu memiliki beragam persepsi, jadi untuk menyatukan persepsi dan juga menyederhanakan dalam perhitungan waktu, cukup saya gunakan Rotasi. (rumit ya.. hehehhe). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yup.. Maybe Cuma itu yang ingin saya awalai di postingan pertama ini, semoga beragam hal yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan bisa saya rekam di blog ini dan harapan saya rasa malas untuk menulis apa yang sudah saya tangkap bisa saya usir... ^_^ Welcome... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Jakarta, 26 Januari 2009-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4963101459058541457-4982569490065654836?l=tritorial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tritorial.blogspot.com/feeds/4982569490065654836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/01/go-blog.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/4982569490065654836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4963101459058541457/posts/default/4982569490065654836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tritorial.blogspot.com/2009/01/go-blog.html' title='Go BLog'/><author><name>antz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15531049070146377331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
